Situasi pandemi tak menyurutkan niat umat Muslim untuk menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci. Hal itu terbukti, setelah Masjidil Haram ditutup sementara akibat sekitar 8 bulan akibat pandemi Covid-19, jemaah asal Indonesia pun langsung menunaikan ibadah haji kecil ini ketika umroh tahap ketiga bagi jemaah luar negeri mulai dibuka pemerintah Arab Saudi pada 1 November lalu.

Karena mempertimbangkan pandemi, kapasitas Masjidil Haram saat ini masih dibatasi maksimal 75 persen dari sebelumnya hanya 50 persen. Ketua DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur menyatakan jika tak ada aral melintang, awal Januari 2021 akan dibuka 100 persen umroh bagi jamaah dari seluruh dunia. “Kami berharap di Januari nanti akan banyak kelonggaran dari ketentuan yang berlaku, ”

Pada awal November lalu, kabar baik bahwa umroh telah dibuka dengan komitmen mengikuti protokol kesehatan. Protokol kesehatan ini baik yang ditentukan oleh Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Arab Saudi. “Amphuri hingga saat ini beranggotakan 450 tersebar di seluruh Indonesia, kami hanya mengikuti ketentuan yang ada dan sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi, dalam penyelenggaraan Umroh dan Haji di masa Pandemi Covid-19 ini,”

“Prioritas DPP Amphuri ada 56.000 jemaah yang tertunda keberangkatannya sejak 27 Februari lalu. Tapi tidak menutup kemungkinan yang daftar sekarang bisa berangkat. Karna dari 56.000 jemaah, hanya 42 persen dibatasi dari usia 18 sampai 50 tahun

PERSYARATAN PENDAFTARAN :

  • Usia 18-50 Tahun
  • Dalam keadaan sehat dan negatif Covid 19, serta tidak mempunyai resiko penyakit bawaan ( Darah tinggi , Serangan jantung, sesak nafas, Hamil, jantung koroner )
  • Paspor dengan masa berlaku tidak kurang dari 12 Bulan dari jadwal keberangkatan
  • Nama di paspor minimal 2 ( Dua ) suku kata  contoh: Muhammad Ali
  • Pas foto 4×6 berwarna background putih dengan wajah diperbesar 80% 4 lembar
  • Foto copy KTP , Kartu Keluarga, akte Nikah ( bagi yang sudah nikah ), akte kelahiran ( bagi Anak anak )
  • Buku kuning suntik Meningitis

HAL HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN JAMAAH :

  • Test PCR ( Swab ) untuk memastikan Jamaah dalam kondisi sehat dan siap untuk melaksanakan Umroh
  • Selama karantina di Arab saudi, Jamaah dilarang keluar kamar untuk menghindari kontak dengan jamaah lain.
  • Jamaah tetap mematuhi protocol kesehatan yang berlaku di Arab Saudi, menjaga jarak, memakai masker dan dilarang berkumpul kumpul
  • Mempersiapkan keperluan pribadi yang digunakan selama perjalanan Umroh ( alat Komunikasi/HP yang sudah diisi Paket Internet Roaming Internasional yang sudah aktif, obat obatan dll )
  • Jamaah diharapkan membawa makanan untuk tambahan selama masa karantina di Arab Saudi
  • Menerima apabila ada perubahan program diakibatkan perubahan kebijakan dari pemerintah Arab Saudi

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *